Beranda Terkini Anomali Suara PSI, 3 Provinsi ini Penyumbang Terbesar

Anomali Suara PSI, 3 Provinsi ini Penyumbang Terbesar

Penyumbang suara terbesar PSI
Penyumbang suara terbesar PSI

Ketika hasil real count Pemilu 2024 mulai merambat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tiba-tiba muncul sebagai perhatian utama dengan lonjakan yang mengejutkan. Suara partai yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut meningkat pesat, mencapai 3,13% menurut data terbaru Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam beberapa hari terakhir, suara PSI terus mengalami kenaikan, terutama di tiga provinsi terbesar di Indonesia. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa hasil akhir Pemilu masih menunggu rekapitulasi resmi KPU.

  • Jawa Timur: Jumlah suara tertinggi PSI berasal dari Jawa Timur, mengalahkan DKI Jakarta.
  • Jawa Tengah: Diikuti oleh Jawa Tengah, provinsi ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total suara PSI.
  • Jawa Barat: Provinsi ketiga dalam daftar penyumbang suara terbesar bagi PSI adalah Jawa Barat, yang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan partai ini.

Meskipun demikian, ada juga beberapa provinsi lainnya yang mencatatkan suara PSI lebih dari 3%, bahkan mencapai lebih dari 9%. Namun, fokus utama saat ini adalah pada ketiga provinsi terbesar tersebut.

Menurut beberapa pihak, termasuk Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, lonjakan suara PSI merupakan hal yang wajar mengingat proses penghitungan masih berlangsung. Grace menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari KPU dan tidak menggiring opini yang dapat menyesatkan.

Sementara itu, pihak KPU juga menegaskan bahwa hasil pemilu ditentukan melalui rekapitulasi resmi yang berjenjang, bukan hanya berdasarkan Sirekap. Proses rekapitulasi ini masih berlangsung dan diharapkan selesai pada tanggal 20 Maret 2024.

Dengan demikian, perdebatan terkait suara PSI dan hasil pemilu secara keseluruhan sebaiknya diserahkan kepada lembaga yang berwenang, yaitu KPU. Hal ini diharapkan dapat menjaga legitimasi pemilu di mata masyarakat serta menghindari opini yang dapat memicu kegaduhan.

Sebelumnya, suara PSI yang tiba-tiba melonjak pun membuat Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan angkat suara. Menurut Anies, pemerintah harus ikut tanggung jawab soal Anomali Suara PSI dalam tiga hari terakhir sekalipun partai tersebut dipimpin anak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pemerintah harus ikut bertanggung jawab walaupun ketuanya adalah anak presiden tetapi bukan berarti segala hal bisa dilakukan terhadap partai yang dipimpin oleh anak presiden,” kata Anies saat ditemui di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Minggu (3/3/2024).

Mengutip CNN Indonesia, Anies berharap kegaduhan yang kerap muncul akibat maraknya permasalahan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU dalam Pemilu 2024 tidak merusak legitimasi masyarakat terhadap pemilu.

“Jangan sampai nanti membuat cacat pemilunya, kalau pemilunya cacat semua. Nila setitik rusak susu sebelanga,” imbuhnya.

“Begitu terjadi peristiwa seperti ini maka akan merusak semua. Kalau merusak semua kepercayaan rakyat akan hilang terhadap proses pemilu kemarin,” tegasnya.

Sementara itu, pihak dari KPU juga telah membuka suara terkait Anomali Suara PSI dalam beberapa hari terakhir. Komisioner KPU, Idham Holik mengatakan Sirekap tak digunakan sebagai penentu hasil pemilu. Sebab, hasil pemilu ditentukan lewat rekapitulasi manual berjenjang.

“Kami belum mengerti yang dimaksud dengan lonjakan tersebut itu lonjakan apa. Yang jelas Undang-Undang Pemilu menegaskan bahwa perolehan suara peserta pemilu yang disahkan oleh KPU itu berdasarkan rekapitulasi resmi,” kata Idham di Jakarta, Minggu (3/3/2024).

Mengutip CNN Indonesia, Idham menjelaskan rekapitulasi saat ini masih ada di tingkat kabupaten/kota. Setelah rampung, suara akan direkapitulasi di tingkat provinsi.

Selanjutnya, akan ada rekapitulasi di tingkat nasional yang digelar di Kantor KPU RI. Dari rekapitulasi nasional itulah hasil pemilu ditetapkan.

“Insya Allah tanggal 20 Maret 2024 proses rekapitulasi ini sudah selesai sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Bahkan, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie pun juga buka suara soal suara PSI yang tiba-tiba melonjak di Sirekap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Grace, semua pihak harus menunggu hasil tetap KPU dan jangan menggiring opini yang menyesatkan.

“Kita tunggu saja hasil perhitungan akhir KPU. Jangan menggiring opini yang menyesatkan publik,” ungkap Grace melalui keterangan tertulis, Minggu (3/3/2024).

Grace menilai peningkatan suara PSI dalam beberapa jam terakhir sebuah hal wajar. Dia bilang penghitungan suara masih berlangsung.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan masih ada sekitar 70 juta suara yang belum masuk Sirekap. Sebagian suara yang belum masuk pun adalah basis massa PSI.

Grace menambahkan yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut.

“Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini